Tiktok Diblokir di India Karena Masalah Ini!

  • 05 Jul 2020
  • Afdan Rojabi
  • 530

Tiktok Diblokir di India Karena Masalah Ini!

 

Photo by Kon Karampelas

Dilansir dari Liputan6, Sabtu (4/7/2020), CEO TikTok, Kevin Mayer melalui sebuah surat kepada pemerintah India pada tanggal 28 Juli 2020 yang mengatakan pemerintah China Daratan tidak pernah meminta data para penggunanya.

“Saya bisa mengonfirmasi pemerintah Republik Rakyat China (RRC) tidak pernah meminta apa pun kepada kami terkait data pengguna India. Jika pun kami menerima permintaan seperti itu di masa depan, kami tidak akan mengikutinya,” tulis Mayer dalam surat tersebut.

Perusahaan mengklaim TikTok tidak tersedia di RRC. Namun, jejaring sosial berbagi video ini milik perusahaan asal RRC, ByteDance. Seiring popularitasnya, TikTok kini tengah agresif mengembangkan layanannya di hampir di seluruh dunia, termasuk India.

Menurut sumber informasi, surat Mayer dikirim sebelum pertemuan antara pihak TikTok dan pemerintah India pada pekan depan.

TikTok bersama dengan 58 aplikasi RRC lain termasuk WeChat dan UC Browser, telah dilarang di India pada pekan ini. Hal ini disebabkan bentrokan perbatasan dengan RRC.

Seorang sumber dari internal pemerintah mengatakan, pemblokiran terhadap TikTok kemungkinan tidak akan dicabut dalam waktu dekat ini. Pemblokiran dilakukan karena kekhawatiran India terhadap keamanan nasional.

Pemblokiran TikTok dilaporkan membuat kesal para pengguna. Seperti diketahui, TikTok memiliki pengguna yang banyak di negara tersebut.

Pemblokiran ini sekaligus membuka peluang untuk pesaing lokal TikTok di India, Roposo. Jumlah pengguna baru Roposo mengalami peningkatan 22 juta dalam 48 jam setelah pemblokiran diberlakukan.

TikTok telah berkomitmen mengucurkan dana USD 1 miliar di India. Sejak dirilis pada 2017, TikTok menjadi salah satu aplikasi media sosial dengan pertumbuhan tercepat. India merupakan pasar terbesar dari sisi jumlah pengguna, diikuti Amerika Serikat (USA).

Mayer melalui suratnya menyinggung soal investasi perusahaan di negara tersebut, termasuk jumlah karyawan.

“Privasi pengguna kami, serta keamanan dan kedaultan India sangat penting bagi kami. Kami telah mengumumkan rencana kami untuk membangun pusat data di India,” kata Mayer.


Leave a Reply