Siasati Krisis, Inilah 5 Tips Menjalankan Bisnis di Tengah Pandemi

  • 11 Jun 2020
  • Kartika Nurdianti
  • 604

Siasati Krisis, Inilah 5 Tips Menjalankan Bisnis di Tengah Pandemi

Businessman pointing graphs and symbols Free Photo

Menjalankan bisnis di tengah pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis. Banyak aktivitas bisnis yang terhambat. Seperti terbatasnya ketersediaan bahan baku, terkendalanya proses distribusi, bahkan defisit pemasukan.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadikan lesunya sektor ekonomi dan bisnis. Orang-orang yang menghindari kegiatan di luar rumah, penerapan Work from Home (WFH), serta angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tinggi, turut menyebabkan turunnya daya beli masyarakat. Tak heran, jika ada pebisnis terpaksa menutup usahanya akibat krisis ekonomi yang terjadi pada 2020 ini.

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020

Resesi Ekonomi ini terjadi secara global. Sejumlah 215 negara di dunia, kini juga mengalami kesulitan ekonomi karena Covid-19. Dilansir dari finance detik, Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia minus 3,5 persen atau 2,1 persen pada tahun ini. Sedangkan pada 2021, ekonomi Indonesia diproyeksi pada kisaran 5,2 persen.

Saat ini wacana menuju era normal (New Normal) masih terus dievaluasi seiring dilakukan pelonggaran PSBB, sebagai upaya pemulihan perekonomian. Ini sesuai skenario Kementerian Keuangan, dikutip melalui Kata Data pada kuartal IV 2020, ekonomi Indonesia mulai bangkit menjadi 2,4 persen.

Menyiasati Bisnis agar Tetap Bertahan

Variasi data di atas menempatkan ketidakpastian khususnya bagi pebisnis. Jika tidak segera melakukan adaptasi dan inovasi, tentu ini dapat mengancam perputaran bisnis. Sehingga perlu untuk tanggap merespons risiko ini, agar bisnis bisa terus dijalankan.

Bagaimanakah siasat menjalankan bisnis di tengah pandemi? Siasati Krisis, Inilah 5 Tips Menjalankan Bisnis di Tengah Pandemi.

1. Atur Ulang Strategi Bisnis

Adanya perubahan permintaan, memerlukan penyusunan ulang anggaran dan target bisnis. Mengingat belum dapat dipastikan kapan pandemi berakhir. Sehingga penting menjaga arus kas dalam jangka panjang untuk mempertahankan kelangsungan bisnis.

Pertimbangkan kembali mana yang harus diprioritaskan. Misalnya dengan penghematan biaya untuk branding atau penundaan perluasan bisnis. Kegiatan iklan harus tetap berjalan. Hanya saja ubahlah strateginya. Misalnya dalam kegiatan promosi, bisa dicoba dengan melakukan softselling.

Utamakan value atau kebermanfaatan dari sebuah konten bisnis dengan mengangkat sisi emosional konsumen. Sehingga bisnis dapat memberikan dampak positif sekaligus menjaga keterlibatan (engage) audiens.

2. Menjaga Hubungan Baik dengan Konsumen

Upayakan agar bisnis selalu terhubung dengan pelanggan maupun calon pembeli. Konsistenlah untuk terus memberikan update ketersediaan produk, adanya produk baru, maupun penawaran promo.

Maksimalkan pemasaran digital melalui media sosial, e-mail marketing, maupun fitur live chat pada website. Dengan menambahkan fitur live chat, akan memberikan kemudahan dalam pelayanan. Intinya, diperlukan metode komunikasi yang tepat dan berlangsung dua arah agar konsumen Anda tidak berpindah ke lain merek.

3. Berikan Layanan Customer yang Terbaik

Kelancaran sebuah bisnis sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan pelanggan. Layani pelanggan dengan sapaan ramah, sopan, dan jawaban yang responsif. Selain itu, berikan penawaran menarik seperti diskon belanja kepada para pelanggan setia, atau promo dengan waktu yang terbatas.

Bisnis dengan pelayanan customer yang baik, akan mudah diingat konsumennya. Justru dengan strategi ini, pelanggan bisa mudah merekomendasikan produk yang dipesannya dari brand Anda, kepada orang-orang di sekitarnya.

3. Optimalkan Kehadiran Online

Pada era digital, sebagian besar orang cenderung memilih berbelanja online. Untuk itu, penting mengoptimalkan kehadiran online dari bisnis yang Anda jalankan.

Pastikan brand bisnis mudah ditemukan pada platform online, seperti media sosial, marketplace atau e-commerce dan website toko online. Hal ini akan memudahkan calon konsumen dalam menemukan produk maupun jasa yang Anda pasarkan. Website penjualan juga mampu menjangkau target konsumen yang lebih luas lagi.

Setelah menentukan platform online dengan akses yang mudah, kelola tampilan akun bisnis dengan rapi dan profesional. Jangan buat ragu calon pembeli bahkan sampai hilang kesempatan untuknya mengambil tindakan lebih lanjut. Berikan deskripsi bisnis dan produk agar calon pembeli tahu barang yang akan dibeli dan tidak bingung dalam mencari produk.

5. Sistem Pemasaran Langsung (Layanan Delivery)

Maksimalkan jangkauan pengantaran produk lebih jauh, menggunakan layanan logistik yang tersedia. Anda bisa memilih jasa pelayanan antar kiriman barang yang paling cocok sesuai budget yang dianggarkan. Penggunaan sistem pemasaran langsung atau delivery order yang dikirim sampai ke rumah menjadi bisnis yang laris terutama saat pandemi ini.

Itulah cara menyiasati menjalankan bisnis di tengah pandemi. Selain poin-poin di atas, bagi Anda pelaku bisnis, tentu dituntut agar senantiasa update informasi terkini, serta berpikir inovatif dan kreatif.

Namun yang terpenting, tanamkanlah selalu mindset postif agar tetap survive dalam perputaran roda bisnis Anda. Jangan lupa untuk berusaha dan berdoa. Semoga semua musibah ini dapat segera berakhir, ya.


Leave a Reply