Platform Belanja Online Paling Populer di Indonesia Selama Pandemi

  • 07 Jul 2020
  • Afdan Rojabi
  • 470

Platform Belanja Online Paling Populer di Indonesia Selama Pandemi

Photo by J. Kelly Brito

Dilansir dari liputan6, Aplikasi online untuk riset pasar, Snapcart, melakukan riset tentang perilaku konsumen di Indonesia saat belanja online selama periode Ramadan dan pandemi Covid-19.

Hasil riset tersebut menunjukkan, 66 persen konsumen dari 1.000 responden memilih Shopee sebagai situs belanja online yang paling diingat (top of mind).

58 persen konsumen di Jabodetabek memilih Shopee sebagai situs belanja online yang paling diingat dan 72 persen konsumen lainnya dari non-Jabodetabek. Kemudian, 16 persen konsumen memilih Tokopedia dengan 19 persen dari Jabodetabek dan 12 persen non-Jabodetabek.

Sebanyak 12 persen konsumen memilih Lazada (13 persen di Jabodetabek dan 10 persen non-Jabodetabek), 4 persen konsumen memilih Bukalapak (5 persen Jabodetabek dan 3 persen non-Jabodetabek. Disusul Blibli, JD.ID, Akulaku, OLX, dan Sociolla.

Hasil riset ini juga menunjukkan Shopee sebagai situs belanja online yang paling sering digunakan selama Ramadan dan Hari Raya Lebaran lalu, yakni 66 persen. Detailnya, 59 persen konsumen di Jabodetabek memilih Shopee untuk belanja online dan 72 persen konsumen non-Jabodetabek juga memilih Shopee.

Di peringkat kedua ada Tokopedia dengan 15 persen, Lazada (12 persen), dan Bukalapak (5 persen). Kelompok berikutnya ada JD.ID, Blibli, Zalora, Sorabel, Berrybenka, Qoo10, dan Zilingo.

Direktur Snapcart Astrid Wiliandry mengatakan masyarakat Indonesia menempatkan Shopee sebagai situs yang paling diminati saat belanja online saat momen Ramadan dan pandemi karena banyak faktor.

“Saat kebijakan physical distancing diberlakukan, masyarakat mencari opsi lain yang lebih aman untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dari rumah. Shopee menjadi lebih unggul, karena ragam produk yang lebih menarik dan tawaran harga lebih kompetitif,” papar Astrid Wiliandry dalam rilisnya, sebagaimana dilansir Merdeka.com, Selasa (6/7/2020).

Selain itu, ia melanjutkan, Shopee juga terus melengkapi platform-nya dengan fitur memperpanjang time spent dan engagement di dalam aplikasinya yang jadi daya tarik bagi para pengguna.

Dari Gender hingga Kelompok Umur

Riset ini juga memiliki hasil menarik dari sisi gender. Misalnya 77 persen konsumen perempuan mengaku memilih berbelanja di Shopee dibandingkan laki-laki 52 persen. Ini berbeda dengan Tokopedia, yang lebih disukai konsumen laki-laki sebanyak 22 persen, dibanding perempuan 9 persen.

Lazada juga yang lebih disukai konsumen laki-laki (14 persen), dibanding perempuan 10 persen. Sementara Bukalapak yang juga lebih disukai laki-laki (9 persen) dibandingkan perempuan (2 persen).

Sementara berdasarkan kelompok umur, belanja di Shopee paling disukai kelompok umur 19–24 tahun sebanyak 72 persen. Kelompok 25–30 tahun (69 persen), kurang dari 19 tahun (69 persen), 31–35 tahun (63 persen), dan 35 tahun ke atas (53 persen).

Berbeda dengan Tokopedia, yang lebih disukai kalangan 35 tahun ke atas (24 persen), 31–35 tahun (15 persen), 25–30 tahun (14 persen), 19–24 tahun (10 persen), dan kurang 19 tahun (10 persen).

Sementara Lazada lebih disukai kelompok umur kurang 19 tahun (14 persen), 19–24 tahun (13 persen), 25–30 tahun (12 persen), 31–35 tahun (11 persen), dan 35 tahun ke atas (9 persen).

Platform Bukalapak lebih disukai kelompok umur 35 tahun ke atas (10 persen), 35–31 tahun (7 persen), 19–24 tahun (4 persen), 25–30 tahun (2 persen), dan kurang 19 tahun (2 persen).

“Shopee menjadi pilhan utama bagi kelompok umur muda; 19–24 dan 25–30 tahunm jkarena enilai fitur-fitur di Shopee lebih interaktif dan selalu ada tema baru pada setiap momen,” tutur Astrid.

Gimmick Paling Disukai Konsumen

Riset ini juga mengupas fitur dan program gimmick yang paling disukai konsumen online ketika mereka berbelanja online selama Ramadan dan Hari Raya Lebaran lalu. Hasilnya, konsumen paling menyukai fitur Shopee Tanam sebanyak 49 persen, terutama dari kelompok umur 19–24 tahun dan 25–30 tahun.

Disusul fitur Goyang Shopee (10 persen), Shopee Serba 10 Ribu (6 persen), Tap Tap Mantap-Lucky Egg Tokopedia (6 persen), Shopee Tangkap (5 persen), Serbu Seru Bukalapak (4 persen), Shopee Lucky Prize (3 persen), Shopee Capit (2 persen), Shopee Lempar (2 persen), Lazada Voucher Rain (2 persen), Lazada LazCity (2 persen), dan Shopee Joged (2 persen).

Disusul Shopee Liga 1 (1 persen), Shopeepoly (1 persen), Daily Giftbox Bukalapak (1 persen), Lazada Guest It (1 persen), Lazada Moji Go (1 persen), dan TopQuest Tokopedia (1 persen).

“Dari data terlihat, penawaran diskon belanja masih yang paling disukai baik dalam bentuk cashback maupun hadiah belanja. Para milenial menyukai fitur-fitur berbentuk flash games karena lebih interaktif,” pungkas Astrid.


Leave a Reply