Perusahaan Teknologi Tidak Mau Penuhi Permintaan Data di Hong Kong, Ada Apa Ya?

  • 08 Jul 2020
  • Afdan Rojabi
  • 361

Perusahaan Teknologi Tidak Mau Penuhi Permintaan Data di Hong Kong, Ada Apa Ya?

Photo by Simon Zhu

Photo by Simon Zhu

 

Dilansir dari Liputan6, Banyak Perusahaan teknologi menolak permintaan pemerintah Hong Kong untuk menyerahkan data pengguna mereka. Di antara perusahaan yang dimaksud antara lain ada Facebook, Google, Twitter, dan hingga Telegram.

Permintaan Hong Kong atas data pengguna media sosial ini dilakukan setelah Tiongkok menetapkan undang-undang keamanan nasional baru untuk daerah semi-otonomnya (Hong Kong).

Mengutip Reuters, Selasa (7/7/2020), Facebook selaku pemilik Facebook, WhatsApp, dan Instagram dalam pernyataan menyebut, pihaknya menunda ulasan untuk semua layanannya “sambil menunggu penilaian lebih lanjut dari UU Keamanan Nasional.”

Sementara Twitter menyebut, mereka menangguhkan ulasan atas permintaan Hong Kong. Twitter bahkan menyerukan keprihatinan serius mengenai implikasi hukum masalah ini.

Twitter menekankan, “Perusahaan berkomitmen melindungi pengguna yang memakai layanan kami, termasuk kebebasan pendapat mereka.”

Pihak Google menyebut, akan menunda ulasan terhadap permintaan pemerintah Hong Kong untuk menghapus konten yang diunggah pengguna (user generated content) dari layanannya.

Google mengaku, masih ingin meninjau detail aturan baru yang diterapkan di Hong Kong.

Perlu diketahui, di bawah aturan yang baru berlaku, penyedia platform dan layanan internet diperintahkan untuk menghapus unggahan yang dianggap tak sesuai dengan konstitusi dan membahayakan keamanan nasional.

Penyedia layanan yang tak mematuhi aturan ini bisa didenda sebesar 100 ribu dolar Hongkong (US$ 12.903) serta mendapatkan hukuman kurungan hingga 6 bulan.

Para individu atau pengguna yang mengunggah konten terlarang diminta untuk menghapusnya atau akan mendapatkan sanksi denda atau pun penjara selama 1 tahun.


Leave a Reply