Penggunaan Teknologi, Alternatif Sarana Hiburan di Tengah Pandemi

  • 04 Jun 2020
  • Farismuthi
  • 232

Penggunaan Teknologi, Alternatif Sarana Hiburan di Tengah Pandemi

Sumber foto: Freepik @pumaverick

Selama pandemi Covid-19, rasanya teriakan-teriakan tentang kebosanan telah dialami oleh sebagian besar kalangan masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Terlepas dari mereka yang patuh dengan imbauan #stayathome atau di rumah saja maupun yang masih harus berkepentingan keluar rumah. Rasa bosan bisa tercipta karena berkurangnya interaksi sosial di dalam kehidupan nyata.

Pembatasan dengan jarak 1 sampai 2 meter, penggunaan masker saat berada di luar dan kekhawatiran bersentuhan fisik semakin membuat interaksi antar manusia terhambat. Guna mengatasi kebosanan tersebut, penggunaan teknologi menjadi sarana alternatif yang vital pada saat pandemi seperti sekarang ini.

Pemesanan makanan melalui aplikasi ojek online, platform penyedia layanan conference call, Youtube, website streaming untuk menonton film, podcast, dan media sosial seakan sudah menjadi rutinitas yang biasa dilakukan. Penggunaan teknologi tersebut menjadi alternatif sarana hiburan bagi para penggunanya, tak terkecuali bagi content creator atau sang pembuat konten kreatif.

Aplikasi dengan Banyak Pengguna yang Memudahkan

Pada awal mewabahnya Corona di Indonesia, tidak dipungkiri kehadiran zoom meeting adalah pencetus terciptanya budaya conference call, sebagai siasat memudahkan komunikasi dan temu rindu dengan banyak teman meski lewat ruang maya saja.

Angka pengunduhnya pun begitu banyak karena selain bisa menjadi wadah untuk bersilaturahim, zoom meeting yang memang pada awal diciptakan untuk rapat virtual, kini banyak juga digunakan sebagai wadah membuat konten podcast, youtube, dan tak jarang para musisi menggunakannya untuk melakukan live stream konser virtual.

Namun, sangat disayangkan belakangan sempat beredar kabar, data-data pengguna zoom meeting mudah sekali untuk diretas karena tingkat keamanannya sangat rendah. Masyarakat mulai beralih menggunakan Skype, Google Meet, atau yang terbarukan adalah fitur video call pada WhatsApp bisa menambahkan anggota menjadi delapan orang yang asalnya sebatas empat orang saja.

Begitupun yang dialami oleh public figure yang membuat karyanya menggunakan zoom meeting mulai beralih ke platform penyedia conference call lainnya yang lebih aman untuk menggarap karya mereka. Dengan adanya berbagai platform yang bisa kita gunakan tersebut setidaknya bantu memudahkan pekerjaan untuk tetap produktif, serta menghalau rasa bosan.

Sebagai contoh jika Anda memiliki berbagai bakat terpendam, ada baiknya memunculkan kepercayaan diri untuk meng­-cover lagu, tutorial make up, memasak, dan menulis lalu pamerkanlah di berbagai media sosial. 

Atau mungkin ada yang hanya gemar berbincang dan berkomedi, membuat podcast bisa menjadi pilihan untuk berkreasi dan mengembangkan keahlian tersebut. Dan sekarang sudah banyak juga aplikasi yang memudahkan tahap editing, misal saja anchor.

Disadari atau tidak, penggunaan berbagai platform tersebut selain untuk merekatkan hubungan sosial, keberadaannya bisa membantu kita untuk tetap “waras” dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi ini.

Perlunya sarana hiburan sebagai penyeimbang ini agar dampak informasi ketakutan mengenai virus corona tidak membuat Anda stress berlebihan. Menjaga jarak, memakai masker, dan hidup bersih akan dirasa percuma ketika kita tidak memperhatikan kesehatan mental kita sendiri yang tentunya apabila terganggu itu pun akan menyebabkan kematian.

Selain penggunaan teknologi sebagai alternatif hiburan selama pandemi, Anda juga perlu menyempatkan aktivitas fisik di luar ruangan. Semisal bersepeda, lari pagi, atau sekadar berjalan kaki di sekitar rumah agar tetap mendapatkan sumber Vitamin D yang cukup serta menjaga kebugaran tubuh. Dan tentunya setiap Anda berkegiatan di luar rumah, disiplinlah dalam menerapkan protokol kesehatan yang sudah diberlakukan.


Leave a Reply