Mengulik Serba-Serbi "Cashless Society": Kultur Baru Transaksi Ekonomi?

  • 31 May 2020
  • Afdan Rojabi
  • 419

Mengulik Serba-Serbi "Cashless Society": Kultur Baru Transaksi Ekonomi?

Sobat Ala, pernahkah kalian mengalami antrean panjang untuk mengambil sejumlah uang di bank? Dulu, kegiatan seperti ini lazim terjadi terutama saat menjelang hari-hari besar. Masyarakat yang ingin mengambil uang tunai di tabungan mereka harus rela untuk menunggu berjam-jam dalam antrean yang mengular. Seiring waktu, transaksi yang konvensional itu mulai tergantikan dengan hadirnya sistem ATM. Berbekal chips yang terletak pada kartu ATM, masyarakat mulai bisa mengambil uang secara mandiri di anjungan ATM yang tersedia di beberapa jangkauan.

Photo by bobobox.co.id

Tak berhenti sampai di situ, laju perkembangan teknologi yang selalu bersentuhan dengan bidang lain seperti ekonomi mencapai transformasi terbarunya. Jika sebelumnya ATM sudah cukup memudahkan proses transaksi, maka masyarakat kini dihadapkan pada alternatif uang digital berbasis chips seperti kredit dan debit. Berbagai penawaran seperti Flazz, TapCash, E-Money hadir menjadi alternatif terbaru dalam proses transaksi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai dan dompet yang tebal. Kultur cashless kini mulai diperkenalkan pada masyarakat. Seakan tak mau kalah, selang beberapa waktu inovasi lain kembali berdatangan untuk membawa variasi baru dalam bidang perekonomian, dengan mengandalkan gadget dan internet sebagai tools, hadirlah dompet digital atau dapat disebut dengan e-wallet. Cashless payment gateaway pun kian massive berkembang seperti OVO, GoPay, Dana, Link Aja, T-Cash, dan lain-lain.

Photo By : trickiya.com

Nah Sobat Ala, kita sudah sampai di masa ini! Pasti generasi saat ini sudah lebih akrab dengan e-wallet. Khususnya bagi kalian yang memang sering mengandalkan e-commerce atau jual-beli online, pasti kalian sudah merasakan sendiri bagaimana kemudahan dari e-wallet ini ya. Lantas apakah benar, jika cashless kini menjadi bagian dari kultur baru dalam transaksi ekonomi? Kira-kira, apa saja yaa yang menjadi alasan cashless kian diminati oleh masyarakat? Yuk kita simak plus minusnya.

Photo By : Media Parahyangan

Kelebihan Cashless:

  • Anti ribet, tinggal scan barcode / Gesek di mesin EDC!
  • Mempermudah dalam meninjau transaksi dan pengeluaran
  • Beragam penawaran menarik (cashback, promo, voucher)

Kekurangan Cashless:

- Berbelanja impulsif, bibit konsumtif!

- Perlu pemahaman teknologi

- Waspada serangan cyber mengintai!

-Berbelanja tanpa rencana, hati-hati potensi “Less Cash”!

Nah, bagaimana Sobat Ala? Informasi di atas bisa kalian jadikan pertimbangan ya, supaya kalian tidak teriming-iming dengan daya pikat dari cashless saja, tetapi juga kalian tahu resiko-resiko dalam menggunakannya., jangan lupa untuk financial planning juga ya! Memang era digital ini membawa kita pada era cashless society, bahkan berpergian tanpa membawa uang tunai pun, sepertinya sudah menjadi kebiasaan untuk sekelompok masyarakat nirtunai lho. Masyarakat nirtunai ini adalah sapaan baru bagi masyarakat yang tak menggunakan uang kertas maupun koin secara fisik, dan cenderung memilih transfer untuk proses transaksi mereka. Apakah kalian termasuk salah satunya?


Leave a Reply