Capai Bisnis Ideal Anda dengan Project Management

  • 08 Jun 2020
  • Ahmad Surya Hidayat
  • 590

Capai Bisnis Ideal Anda dengan Project Management

Bicara soal manajemen sebuah perusahaan, tidak lengkap jika Manajemen Proyek tidak diterapkan. Manajemen Proyek (Project Management) akan selalu digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang lebih efektif dan efisien.

Metode pengelolaan dalam manajemen proyek dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi selama proyek berlangsung. Di sisi lain, Manajemen proyek juga berguna untuk memaksimalkan potensi masing-masing individu dalam tim.

Singkatnya, dengan manajemen proyek, perusahaan Anda terbantu dalam meciptakan perencanaan yang tepat. Melihat pentingnya hal tersebut, artikel kali ini akan menjelaskan mengenai apa saja sih, tahapan dalam pelaksanaan Project Manajegement. Yuk, capai bisnis ideal Anda dengan Project Management.

Project Organization

Menjelaskan kebutuhan organisasi pada manajemen proyek secara keseluruhan, termasuk di dalamnya tahapan manajemen proyek. Meliputi: perencanaan, penjadwalan, prosedur pendaftaran dan pengajuan proyek pada tahap pelelangan. Ada pun penyusunan berkas-berkas pendukung, seperti: Rencana Anggaran Biaya (RAB), perpajakan, izin usaha, kontrak kerja dan dokumen pendukung lainnya.

Scope

Tahap ini mendefiniskan proyek yang akan dikerjakan. Maka dari itu, seluruh anggota wajib memahami tujuan yang akan dicapai oleh proyek tersebut. Tak lupa, tahap ini juga mempertimbangan faktor-faktor yang menghambat jalannya proyek. Sehingga, proyek bisa diselesaikan tepat waktu dan sesuai yang diharapkan. Hasil utamanya adalah deliverable definition table dan deliverable structure chart.

Planning

Pada tahapan ketiga, rancangan proyek harus sudah bisa diuraikan dengan jelas. Mencakup peramalan pada masa yang akan datang, perumusan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan penganggaran serta realisasi RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang telah disetujui.

Ragam perencanaannya dapat berupa: perencanaan prosedur, perencanaan metode kerja, perencanaan pengukuran hasil, perencanaan anggaran biaya dan perencanaan program.

Risk Management

Menurut Djohanputro (2008:43), Manajemen risiko merupakan proses terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan risiko, dan memonitor serta mengendalikan penanganan risiko.

Pada tahap ini, Manajer Proyek memfokuskan kegiatan pada kebijakan-kebijakan pengawasan dan pengamanan terkait pelaksanaan kegiatan proyek yang sedang berjalan. Prosesnya pun berupa identifikasi risiko yang menjadi ancaman terbesar bagi proyek dan memberikan penanganan yang akurat.

Progress and Performance

Tahap ini merupakan tahap pengecekan dan peninjauan kembali akan kemajuan yang telah dicapai dalam proyek serta realisasi apa saja yang telah terlaksana pada kegiatan proyek yang sedang berjalan. Hal ini penting untuk membuat pivot di tengah berjalannya proyek. Misal, ada tugas tertentu yang membutuhkan sumber tambahan atau jika ada tim yang tidak bekerja sesuai dengan jobdesc masing-masing. Manajer proyek yang meninjau ulang akan proyek ini akan menyelesaikan situasi dengan cepat.

Auditing, Documentation and Closing

Tepat sebelum penutupan dilakukan, pengumpulan laporan akhir kegiatan proyek, pemberkasan serta dokumentasi yang dilaksanakan di lapangan disusun jadi satu dalam bentuk Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Nantinya akan dipresentasikan di depan para stakeholder.

Selanjutnya, penutupan proyek dilakukan dengan serah terima proyek oleh Manajer Proyek kepada pemangku kepentingan serta menghentikan seluruh penggunaan sumber daya selama proyek berlangsung.

Menggunakan Project Management dengan kebutuhan dan kualitas yang tepat untuk sebuah proyek adalah hal penting. Jadi, terapkanlah Project Management agar proyek bisnis yang Anda jalankan bisa terkoordinasi serta terkontrol dengan baik. Jika manajemennya tertata dengan rapi, maka proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien, baik dari segi waktu, biaya maupun Sumber Daya Manusia (SDM).


Leave a Reply