Business Model Canvas: 9 Poin Penting dalam Merintis Bisnis Baru

  • 15 Jun 2020
  • Ahmad Surya Hidayat
  • 980

Business Model Canvas: 9 Poin Penting dalam Merintis Bisnis Baru

Punya bisnis yang sukses pastinya jadi idaman kebanyakan orang. Namun, menjalankan bisnis nyatanya tidak semudah yang dibayangkan, dengan langsung mendapat keuntungan melejit. Menjalankan bisnis apa pun, tentu perlu persiapan dan strategi yang tepat.

Apa lagi pada era modern seperti ini. Prospek bisnis terus bersaing karena perusahaan startup pun kian bermunculan. Jika Anda tidak membuat perencanaan bisnis secara matang, maka produk Anda akan mudah tergerus zaman. Karena itu, Anda wajib tahu dan membuat Business Model Canvas (BMC) sebelum memulai bisnis baru.

Penasaran, apa itu Business Model Canvas dan 9 poin penting untuk merintis bisnis baru? Yuk, simak, ulasan yang satu ini.

Apa itu Business Model Canvas?

Menurut Alex Osterwalder dan Yves, Business Model Canvas (BMC) adalah sebuah rancangan konsep abstrak, model bisnis yang menggambarkan srategi dan proses dalam bisnis. Business Model Canvas juga digunakan untuk memahami kekuatan dan kekurangan akan bisnis tersebut.

Business Model Canvas ini memudahkan Anda memahami inti dari suatu bisnis tanpa harus membuka proposal bisnis plan. Tujuan utamanya adalah membantu memvalidasi suatu bisnis apakah layak dijalankan atau tidak. Strategi model bisnis ini akan mengatur hubungan antara bagian produksi, distributor, sampai produk bisnis ke tangan konsumen.

BMC mempunyai 9 poin penting yang saling terhubung dan berkaitan satu sama lain, meliputi: Customer Segment, Value Proposition,Channels, Revenue Streams, Customer Relationship, Key Activities, Key Partner, Resources dan Cost Structure.

Customer Segment

Kolom customer segement merupakan tahapan awal dalam mengisi BMC. Berisi profil audiens sebagai target market, yang akan menerima solusi atas produk bisnis yang Anda jual. Singkatnya, profil audiens bagaimana yang akan Anda bidik untuk menggunakan produk Anda. Biasanya pertanyaan yang muncul untuk mengisi kolom ini seperti,

  • Siapa konsumen utama yang Anda bidik?
  • Bagaimana karateristiknya?

Value Proposition

Kolom kedua ini berisi mengenai solusi atau inovasi yang Anda tawarkan melalui produk yang dijual. Kolom ini berfungsi untuk memperkuat gambaran produk Anda di antara audiens. Pertanyaan yang sering digunakan seperti,

  • Masalah apa yang Anda coba selesaikan dengan produk yang dijual? Solusi apa yang Anda tawarkan?
  • Inovasi apa yang sedang Anda tawarkan melalui produk ini?

Channels

Channel merupakan saluran yang akan digunakan untuk menyampaikan dan menyebar luaskan produk yang dijual. Misalnya dengan artikel di blog atau situs Web, Facebook, Instagram, E-commerce maupun layanan media sosial lainnya.

Revenue Stream

Pada bagian ini, Anda diminta untuk menjabarkan struktur finansial atas bisnis. Tentu yang ditulis adalah produk apa saja yang menghasilkan pemasukan buat bisnis Anda.

Key Resources

Merupakan sumber daya utama bagi bisnis yang terdiri dari aset strategis perusahaan, seperti bahan baku, alat, dukungan dan lain sebagainya.

Customer Relationship

Di bagian ini, Anda diminta menulis feedback seperti apa yang akan diberikan kepada audiens pada saat mencoba produk pertama kalinya. Sehingga output yang diharapkan adalah audiens tersebut menjadi customer dan customer menjadi loyal buyer atas produk yang Anda jual.

Misal dengan pemberian diskon sebesar 10% untuk pembelian 2 pcs, giveaway produk yang dijual kepada audiens Anda di media sosial atau memberikan kupon untuk pembelian gratis pada order selanjutnya.

Key Activities

Key activities menekankan hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menghasilkan value proposition. Supaya produk bisnis dikenal dan diterima oleh masyarakat luas.

Key Partnership

Tujuan dari poin ini adalah untuk menuliskan mitra perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Anda. Karena sejatinya, tidak ada perusahaan yang dapat berdiri sendiri tanpa bantuan perusahaan di sekitarnya

Cost Structure

Poin terkahir ini diisi dengan biaya apa saja yang digunakan dalam keseluruhan aktivitas bisnis yang akan Anda buat tersebut.

Dengan mengisi 9 kolom yang tertera pada BMC berarti Anda mengisi profil singkat bisnis apa yang akan dibuat. Oleh karenanya, Anda dapat menganalisis apakah bisnis tersebut layak untuk dikembangkan atau tidak. Siapkah membuat BMC sebelum memulai bisnis? Yuk, coba isi BMC di bawah ini dengan sempurna agar Anda mengetahui garis besar bisnis Anda. Selamat mencoba!

kolom BMC


Leave a Reply