Augmented Reality Shopping, Era Baru Belanja Online

  • 08 Jun 2020
  • Ahmad Surya Hidayat
  • 576

Augmented Reality Shopping, Era Baru Belanja Online

Augmented Reality Shopping merupakan sebuah terbosan dalam bisnis retail online. Teknologi yang digunakan dalam inovasi ini yaitu Augmented Reality (AR). Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) memang menjadi perhatian khusus khalayak ramai sebab kedua teknologi tersebut dapat menjanjikan pertumbuhan ekonomi dalam hal bisnis.

Meskipun ramai dibahas, masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan kedua teknologi visual paling mutakhir tersebut. Padahal dalam penerapannya saja kedua teknologi tersebut sudah jelas berbeda.

Virtual Reality (VR)

VRIlustrasi VR (sumber: pexels/Andrea Piacquadio)

Dilansir dari okezone, VR adalah teknologi yang memungkinkan penggunanya berinteraksi dengan dimensi 3D. Interaksi tersebut disimulasikan oleh komputer terhadap suatu objek nyata atau imajinasi. Cara kerjanya melalui perangkat khusus VR, kemudian pengguna akan melihat suatu dimensi semua (lingkungan dimensi 3D) yang merupakan hasil dari simulasi komputer. Umumnya VR digunakan untuk bermain game. VR biasanya membutuhkan beberapa peralatan di antaranya:

  • Headset

VR membutuhkan pengguna untuk memakai headset yang sudah dilengkapi dengan sebuah teknologi untuk menyempurnakan realitas imajiner.

  • Layar Komputer

VR juga memerlukan layar komputer untuk menampilkan lingkungan dimensi 3D ketika pengguna sedang berada di dalamnya

  • Pengeras Suara (Speaker)

VR membutuhkan pengeras suara untuk menerima informasi pendengaran yang ada di lingkungan dimensi 3D

  • Sensor atau Pelacak

VR membutuhkan sensor atau pelacak untuk memonitor gerakan kepala pengguna

Augmented Reality (AR)

ARIlustrasi AR (sumber: forbes/Lorne Wade)

Berbeda dengan VR, AR tidak membutuhkan perangkat khusus. AR dapat digunakan oleh pengguna langsung di perangkat mobilenya. Jika VR membawa pengguna ke “dunia lain”, AR tidak demikian karena AR tetap berhubungan dengan dunia nyata. Augmented Reality sebetulnya sudah sering ditemukan di berbagai platform, seperti pada platform sosial media di mana Anda dapat mengunggah foto selfie pribadi menggunakan filter tambahan.

Augmented Reality (AR) Shopping

Augmented Reality IKEAIlustrasi Augmented Reality Shopping (sumber: medium/Riya John)

Dilansir dari enginecreative, meningkatnya bisnis online berdampak pada meningkatnya biaya pengembalian barang. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa belanja online terkadang terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya seperti barang yang tertukar, barang yang tidak sesuai, dan lainnya.

Sebanyak 51 persen pengusaha di Inggris merasa terbebani dengan pengembalian barang secara gratis, tatapi 85 persen konsumen mengharapkan bahwa pengusaha bisnis retail tetap menyediakan pengembalian secara gratis. Kemudian 30 persen dari seluruh produk online dikembalikan oleh konsumen.

Augmented Reality Shopping adalah teknologi yang dibuat untuk mengatasi permasalahan biaya pengembalian produk. Dengan munculnya teknologi ini, konsumen dapat ‘mencoba’ produk sebelum melanjutkan transaksi. Selain itu, Augmented Reality Shopping juga dapat meningkatkan pendapatan pelaku bisnis.

Sebanyak 76 persen konsumen mengatakan bahwa ia akan cenderung membeli barang lain jika ada opsi ‘mencoba’ sebelum membeli. Oleh karena itu Augmented Reality Shopping merupakan sebuah keuntungan bagi pelaku usaha retail.

Membahas belanja online pasti ada hubungannya dengan aplikasi belanja online. Saat ini beragam aplikasi belanja online di Indonesia, terlebih Pandemi Covid-19 memberikan lonjakan tinggi pada transaksi di aplikasi belanja online.

Augmented Reality Shopping dapat dimanfaatkan oleh aplikasi belanja online dan dapat memberikan keuntungan bagi aplikasi belanja online. Sebanyak 42 persen konsumen mengatakan bahwa AR dapat membantu mereka untuk mengambil keputusan yang tepat dalam berbelanja sehingga akan semakin banyak pengguna aplikasi belanja online tersebut.

Sebenarnya ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa pengusaha retail. Beberapa bisnis retail yang telah menggunakannya yaitu bisnis furniture asal Swedia, produsen cat asal Inggris, toko pakaian asal California, merk sepatu ikonik asal Jerman, hingga perusahaan teknologi milik orang terkaya di dunia Jeff Bezos. Dilansir dari eMarketer, berikut ini adalah beberapa produk yang ingin dibeli konsumen menggunakan AR:

Produk yang Ingin Dibeli KonsumenData Produk (sumber: olahan penulis/eMarketer via jasonren.com)

Meskipun Augmented Reality Shopping terbukti dapat meningkatkan penjual serta kepuasan pelanggan, belum banyak para pelaku bisnis retail asal Indonesia yang memanfaatkannya. Padahal teknologi tersebut dapat menjadi sebuah potensi meningkatkan ekonomi bangsa yang sedang terpuruk akibat Pandemi Covid-19.


Leave a Reply