6 Strategi Social Media Management bagi Pegiat UMKM

  • 14 Jun 2020
  • Kartika Nurdianti
  • 389

6 Strategi Social Media Management bagi Pegiat UMKM

Punya bisnis offline saja saat ini tidaklah cukup. Bisnis yang Anda jalankan akan menemukan keterbatasan, jika enggan terhubung dengan jaringan internet. Misalnya saja terkait waktu operasional. Biasanya Anda membuka toko offline hanya pada waktu tertentu saja, kan? Namun, dengan media online, bisnis Anda bisa terus berjalan tanpa batasan, selama 24 jam penuh.

Definisi Social Media Management

Dasar dari Social Media Management yaitu alat, software, atau layanan tertentu guna memudahkan pebisnis membagikan konten pada media sosial. Aktivitasnya dapat berupa, pemantauan dan pengelolaan respons cepat pada saluran media sosial, interaksi online dengan target audience, dan menjadwalkan postingan berupa teks, video, atau gambar.

Sudah banyak pebisnis yang bersaing meningkatkan citra perusahaannya melalui penggunaan media sosial, seperti melalui Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, LinkedIn, atau Pinterest.

Lantas, bagaimana pegiat UMKM (Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah) dapat menerapkan Social Media Manegement dalam bisnisnya? Untuk bisnis kategori baru, biasanya memiliki kendala pada budget atau modal. Tidak perlu khawatir, karena Anda bisa mengelolanya sendiri dengan perencanaan dan strategi yang tepat. Untuk itu, simak dulu pentingnya media sosial dalam berbisnis berikut ini.

Pentingnya Media Sosial dalam Berbisnis

Keputusan melebarkan bisnis ke dunia digital adalah hal yang tepat. Ini adalah eranya media sosial! Yang mana manusia saja berlomba untuk eksis dan terlibat aktif membagikan informasi melalui akun media sosialnya. Begitupun, ini saatnya bagi pegiat UMKM agar mengimbangi platform bisnis yang digunakan.

Menurut data dari Market Force, 81% keputusan pembelian yang dilakukan pelanggan dipengaruhi oleh postingan media sosial teman-temannya. Sehingga followers tidak hanya berinteraksi dengan akun bisnis saja, tapi turut memengaruhi keputusan pembelian mereka serta teman-teman pelanggan Anda.

Dengan media sosial, Anda bisa mengembangkan aspek pemasaran yang lebih luas, menjaring target pasar baru dan pelanggan yang lebih tepat, mendatangkan pengunjung toko lebih banyak, hingga tujuan utama, profit penjualan meningkat.

Namun, bukan sekadar promosi, tentunya bisa sebagai sarana untuk membangun komunikasi yang baik dengan konsumen maupun calon konsumen. Misalnya saja, Anda dapat memaksimalkan layanan dengan menjawab pertanyaan melalui direct message, me-repost testimoni konsumen atau memberikan like pada postingan komentar konsumen.

Lebih lanjut, dalam artikel ini kami telah merangkum 6 strategi Social Media Management yang dapat diterapkan bagi Anda pegiat UMKM.

1. Menciptakan Brand Awareness

Anda dapat mulai membangun kredibilitas bisnis secara online dengan membuat profil brand. Jangan dulu berfokus kepada angka, atau seberapa banyak target yang berhasil terhubung. Pastikan upaya Anda telah menghubungkan kepada orang-orang yang tepat (audiens).

Buat deskripsi yang sama tentang brand Anda pada media sosial yang dipilih. Gambarkan identitas brand yang Anda miliki secara visual, baik dari logo website, blog, dan media sosial. Buat desain tampilan yang cocok sesuai dengan persona bisnis.

Anda bisa menggunakan jasa freelancer desain visual atau ilustrator logo produk untuk pembuatan grafisnya agar mendapatkan esensi yang unik, menarik dan profesional. Sehingga audiens dapat menangkap representasi brand dan bisnis Anda dengan maksimal, baik secara online dan offline.

2. Menentukan Platform Media Sosial

Banyak sekali platform yang bisa digunakan untuk menunjang pemasaran produk. Maka, penting untuk mempertimbangkan media sosial mana yang terbaik bagi bisnis yang dijalankan dengan melakukan riset kecil.

· Facebook, media sosial yang paling banyak penggunanya saat ini, yaitu kurang lebih 2,5 milyar pengguna. Facebook juga sudah dioptimasi untuk bisnis. Konsumen dapat melihat waktu operasional dan lokasi toko melalui fitur maps.

· Instagram, meskipun kini satu kepemilikan dengan Facebook, media sosial ini lebih mengutamakan segi visual yang estetik dan video menarik. Instagram memiliki engagement paling tinggi dibanding media sosial lainnya. Fitur yang bisa dimanfaatkan yaitu, membuat stories, memosting foto setiap hari, menggunakan hastag relevan untuk mendapatkan follower baru.

· Twitter, dapat efektif sebagai strategi marketing brand Anda, dengan membuat tulisan atau memulai percakapan singkat dengan pengguna. Anda bisa membagikan konten gambar atau berupa link blog disertai pertanyaan yang dapat membuka percakapan tentang bisnis yang dijalankan.

3. Membuat Konten yang Menarik dan Relevan

Tujuan utama penggunaan media sosial adalah menarik perhatian orang lain. Buatlah konten dengan foto, gambar atau video yang telah disesuaikan dengan target pasar. Karena visual yang menarik biasanya akan lebih disukai orang dibandingkan konten teks saja.

Cukup dengan gambar dan penjelesan singkat, agar bisa menggugah minat seseorang. Hindari penjelesan yang berbelit dan terlalu panjang. Anda juga perlu hati-hati, jangan sampai konten yang dibuat memunculkan kontroversi; mengandung SARA, ujaran kebencian, atau hal negatif lainnya.

Selain itu, yang perlu diingat, jejaring sosial di sini dirancang untuk bersosialisasi, maka jangan membagikan materi promosi yang berlebihan. Imbangi dengan konten yang informatif dan menghibur, dengan tetap memasukkan sedikit materi promosi.

Anda bisa menyukai dan membagikan konten pelanggan, seperti testimoni poduk agar orang lain dapat melihat kepuasan konsumen, membagikan quotes atau foto konsumen yang menggunakan produk Anda, mengadakan kuis berhadiah, bahkan melakukan Question and Answer. Sehingga interaksi pengguna dengan brand yang Anda miliki dapat terjalin dengan baik.

4. Memperhitungkan Waktu dan Uang

Fokus pada tujuan Anda dalam mengelola akun bisnis media sosial. Beberapa tipsnya, Anda dapat menjabarkan tujuan pemasaran media sosial sesuai perencanaan bisnis dengan jelas. Buatlah rencana strategis yang objektif dan realistis, bagaimana perkembangan bisnis yang diinginkan, serta atur deadline untuk sampai kepada tujuan itu.

Misalnya, Anda bisa mulai manfaatkan profit yang didapat untuk beriklan menggunakan Facebook Ads, Instagram Ads, atau mengirimkan produk secara gratis kepada selebgram yang berpotensi mempromosikan brand Anda.

5. Meningkatkan Traffic Website atau Blog

Dasar dari upaya pemasaran yang Anda lakukan adalah website atau blog. Melalui ini, Anda bisa mengecek seberapa berpotensinya calon konsumen memutuskan membeli atau tidak produk atau pelayanan bisnis yang ditawarkan.

Penting bagi Anda melakukan riset terlebih dahulu, sehingga bukan asal mengarahkan traffic pengunjung ke situs atau blog. Salah satu upaya untuk meningkatkan traffic website yaitu menggunakan media sosial untuk mempromosikan konten, contohnya twitter.

Jangan terlewat untuk membuat variasi konten pada jenis platform media sosial yang Anda gunakan. Hal ini bertujuan menghindari duplikasi konten dan menyesuaikan apa yang dibutuhkan oleh target audiens.

6. Menggunakan Tools yang Tepat

Saat ini telah banyak tool yang dapat memudahkan Anda dalam pemasaran digital maupun aktivitas di media sosial. Pilihan ini menawarkan penggunaan biaya dan waktu agar lebih hemat. Misalnya, aplikasi Trello, Canva, Evernote, Hootsuite, post planner, atau buffer, atau tools digital marketing lainnya.

Kesimpulan

Upaya sekecil apa pun dapat Anda lakukan demi menciptakan dampak yang besar bagi keberhasilan berbisnis. Tetaplah konsisten dan tekun dalam melakukan riset-riset kecil, penyusunan strategi serta pemanfaatan tools yang dapat mempermudah pekerjaan. Jika ingin akun bisnis dapat teroptimasi dengan baik, Anda dapat berkonsultasi dan menggunakan jasa pelayanan Alametric (platform media sosial terintegrasi) dengan klik di sini.


Leave a Reply