6 Faktor Ini, Brand Lebih Kompetitif

  • 22 Jul 2020
  • Afdan Rojabi
  • 174

6 Faktor Ini, Brand Lebih Kompetitif

Photo by Jonny Caspari

 

Perekonomian Indonesia berkinerja cukup baik pada tahun lalu, sementara pasar FMCG terlihat stabil. Hal itu menunjukkan bahwa rumah tangga Indonesia lebih selektif dalam mengalokasikan pos pengeluarannya.

Demikian diungkapkan oleh Fanny Murhayati, Marketing Director Kantar Indonesia. Menurutnya, konsumen menjadi lebih cerdas dalam mengonsumsi atau memilih produk dan servis. Ketersediaan barang di pasar adalah hal yang penting, begitu juga dengan harga yang ditawarkan.

Persaingan tidak hanya berdasarkan hal tersebut, tetapi juga bagaimana suatu produk dapat lebih menonjol dibandingkan dengan pesaingnya, dan bagaimana mereka bisa meraih hati konsumen.

“Brand tidak bisa membuat satu rencana untuk semua tipe konsumen, tetapi harus membuat strategi yang berbeda sesuai karakter dan tipe target konsumennya,” jelasnya.

Sementara Venu Madhav, General Manager Kantar Indonesia, Worldpanel Division, menyatakan bahwa 2019 adalah tahun yang menarik, tetapi juga tahun yang penuh dengan tantangan. Pihaknya mengidentifikasi enam faktor utama yang dapat membantu brand tumbuh di pasar kompetitif saat ini.

1. Memberikan pengalaman untuk membangun antusiasme

Pengalaman tidak hanya didapat dari memiliki atau mengonsumsi produk. Pengalaman juga bisa didapat saat konsumen berbelanja di toko, atau pun saat mereka melihat iklan di media atau media sosial. Misalnya untuk produk kosmetik, di mana brand berkomunikasi dan memberikan pengalaman tentang produk mereka melalui blogger atau vlogger kecantikan. Hal ini membantu brand tersebut lebih dikenal dan diingat oleh konsumen.

2. Memberikan kemudahan untuk konsumen

Dengan berkembangnya gaya hidup urban, konsumen Indonesia kini menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah. Berdasarkan data Worldpanel FMCG, konsumen Indonesia lebih sering mengonsumsi produk makanan dan minimuman siap santap di luar rumah dibandingkan dengan di dalam rumah.

3. Rasa bangga sebagai orang Indonesia

Banyak hal yang bisa dibanggakan sebagai orang Indonesia. Seperti halnya menjadi tuan rumah Asian Games 2018 atau mempunyai empat dari tujuh startup unicorn di kawasan Asean. Rasa bangga sebagai Indonesia juga terlihat dari meningkatnya jumlah referensi dan nilai-nilai lokal dalam komunikasi suatu brand, serta produk inovasi dengan rasa lokal khas Indonesia.

4. Berbeda (lebih menonjol) dibandingkan dengan pesaing

Bergantung hanya pada ketenaran tidak lagi cukup untuk suatu brand. Konsumen mencari hal-hal yang berbeda dan lebih bermakna yang membuat mereka tertarik terhadap suatu produk atau servis.

Dengan persaingan pasar yang ketat dan banyaknya pemain baru yang memasuki pasar, merek harus menemukan cara untuk menonjol dibandingkan dengan para pesaingnya. Komunikasi yang mudah diingat harus sesuai dengan konten dan maksud yang tepat, dan ditargetkan kepada audiens yang tepat.

5. Memahami aspirasi dari tipe konsumen yang berbeda

Persaingan pasar yang sangat tinggi mendorong para pemain FMCG untuk dapat membuat strategi yang berbeda pada setiap tipe target konsumennya. Mereka juga harus dapat memahami berbagai macam aspirasi berdasarkan perbedaan tipe kelompok usia, perbedaan tipe kelas ekonomi, ekonomi atas vs menengah vs bawah, perkotaan besar vs pedesaan.

6. Mengadopsi teknologi digital

Konsumen Indonesia memiliki banyak pilihan untuk hiburan elektronik mereka. Tidak hanya televisi, tetapi internet sudah dapat diakses hampir di seluruh nusantara. Banyak pemain FMCG juga memanfaatkan momentum ini untuk berkomunikasi dengan konsumennya.

Meskipun e-commerce masih sangat kecil, tetapi pertumbuhannya signifikan. Untuk FMCG, jumlah orang yang membeli secara online di Indonesia, tumbuh dari 2% pada 2017 menjadi 6% pada 2018. Semakin banyak konsumen Indonesia melihat manfaat dan keuntungan berbelanja online terutama untuk kebutuhan bayi dan produk premium perawatan pribadi.


Leave a Reply