6 Cara Sukses Memulai Bisnis Online Sebagai Reseller

  • 04 Jun 2020
  • Kartika Nurdianti
  • 588

6 Cara Sukses Memulai Bisnis Online Sebagai Reseller

Memulai bisnis online bisa menjadi dilema tersendiri, khususnya bagi reseller “bermental CEO”. Modal pengin seminim mungkin, tapi cenderung fokus pada omset yang langsung melejit.

Apakah yang dimaksud reseller? Reseller adalah setiap orang yang membeli barang dari produsen, suplier, toko agen, distributor, maupun dari reseller lain, untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi dari harga semula. Dari selisih harga inilah reseller dapat memeroleh keuntungan.

Jadi, Anda perlu menyetok produknya dulu dari supplier, baru bisa memasarkannya kembali kepada konsumen.

Produk yang dijual oleh reseller, umumnya di bidang fashion, kesehatan dan kecantikan, makanan ringan, buku, atau bisa pula kebutuhan rumah tangga.

Keraguan Saat Memulai Bisnis

Bagi yang ingin memulai bisnis online sebagai reseller, biasanya akan ada pertimbangan sendiri, “menjual kembali produk yang sudah ada, atau menciptakan produk sendiri, ya?”

Ketika bertujuan pada hasil yang besar, sebaiknya dapat ditekuni dari hal-hal kecil terlebih dulu. Jika Anda merasa belum cukup waktu untuk melakukan riset, modal terbatas, atau perlu urus izin usaha, mengawali bisnis online sebagai reseller tentu berpotensi sama baiknya. Asalkan Anda tetap melakukannya dengan sebuah misi.

Bisnisnya boleh saja jadi reseller, tapi kalau mindsetnya disesuaikan dengan cara kerja pebisnis yang capaian omsetnya milyaran, maka tidak menutup peluang, hasil kerjanya pun akan lebih berbeda.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis online reseller ini, langsung saja simak 6 Cara Sukses Memulai Bisnis Online Reseller.

1. Analisis Target Pasar

Cara memulai bisnis online sebagai reseller yang pertama, tentukan target pasar secara demografi. Mulai dari usia, jenis kelamin, pendidikan atau agama. Setelah itu, tetapkan juga dari segi psikografi, yakni bisa berkaitan dengan minat, gaya hidup, sikap, atau cara pandang mereka.

Misalnya target pasar Anda wanita atau pria usia 25–40 tahun, lajang atau menikah, anak muda sampai paruh baya yang punya minat di bidang berkebun atau budidaya tanaman hias, merupakan pengguna media sosial facebook atau instagram, dan seterusnya.

Lakukan analisis dan evaluasi, maka seiring berprosesnya waktu, Anda bisa lebih mudah menetapkan cara maupun saluran media apa yang pas untuk terhubung dengan orang-orang yang tepat.

2. Menentukan Produk

Cara tepat untuk menentukan produk apa yang ingin Anda jual, bisa dipilih sesuai kegemaran atau hobi. Bermula dari hal yang disukai, maka Anda akan lebih mudah menguasai informasi detail seputar produk.

Jika sudah mengenali produk dengan baik, cara menawarkannya pun bisa lebih menjual. Anda pun bisa lebih menikmati setiap prosesnya, guna mencapai tujuan dalam berbisnis.

Mantapkan pilihan produk dengan mempertimbangkan banyaknya minat pembeli, atau aspek manfaatnya. Karena pasti konsumen akan mencari barang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan manfaat yang bisa diperolehnya.

3. Membuat Strategi Marketing

Penggunaan media sosial bukan lagi keputusan yang perlu ditawar. Memasarkan produk melalui media sosial maupun marketplaces, terbukti efektif menjangkau calon konsumen. Maka, pilihlah media sosial yang sesuai dengan target audiens. Mulailah dengan membangun konten, interaksi dengan konsumen, serta sediakan koneksi internet yang akan mendukung kegiatan berjualan Anda.

Selain yang disebutkan di atas, memiliki hubungan relasi yang baik menjadi salah satu faktor yang memudahkan pemasaran produk. Jejaring sosial ini bisa dengan kolega bisnis atau sahabat terdekat. Mintalah bantuannya untuk bersedia memasarkan produk dengan menawarkan komisi jika berhasil menjual satu produk, atau sesuai yang disepakati.

4. Pentingnya Kredibilitas Supplier

Adanya internet memang memudahkan dalam mencari supplier, biasanya dapat ditemukan melalui website resmi atau marketplace. Namun, jangan terburu-buru, ya.

Kredibilitas supplier penting diketahui, mengingat transaksi tidak dihadirkan secara fisik. Luangkan waktu untuk mengecek informasi melalui sumber terpercaya, seperti blog resmi, komunitas, atau forum jual beli.

Anda bisa menelusuri riwayat pembeli sebelumnya yang pernah bertransaksi di supplier tersebut. Supplier yang kredibel, tentu memiliki testimoni baik dari konsumennya. Pastikan pula Anda memiliki kontak tetap yang mudah dihubungi terkait kerja sama bisnis yang akan dilakukan.

Carilah supplier dengan harga paling murah. Sebagai percobaan awal, Anda bisa mulai memesan dalam jumlah sedikit dulu, agar selanjutnya bisa tahu bagaimana respons dan pelayanannya.

Konsistensi dan kontinuitas supplier juga penting terhadap bisnis yang Anda kelola. Pasalnya, terkadang ada saja kendala dalam pengadaan atau pegiriman barang. Sehingga, di sinilah perlunya Anda miliki lebih dari satu supplier.

Dan yang jangan sampai terlewat, sebelum sepakat melakukan kerja sama, pelajari dulu detail aturan serta kebijakan pengembalian barang jika tidak sesuai dengan permintaan. Hal itu tentunya bisa menghindari Anda dari kerugian.

5. Munculkan Value Berbeda

Katakanlah bisnis online Anda sudah banyak yang menjalankannya. Di sinilah perlunya branding sebagai pembeda, agar konsumen mudah mengenali produk atau jasa layanan Anda. Keunikan menjadi kunci dalam persaingan bisnis, berikanlah penawaran yang menarik!

Fokusnya, bukan sekadar berjualan produk, tapi tentukanlah apa yang jadi ciri khas dari produk dan cara berjualan Anda. Lakukanlah riset mengenai kelebihan dan kekurangan kompetitor, serta cari tahu bagaimana selera dari target pasar Anda.

Cobalah untuk memikirkan ide dengan pola pikir berbeda dan tidak takut keluar dari zona nyaman. Kebanyakan orang takut mengambil risiko, yang mana menjadi salah satu penghambat kesuksesan. Padahal esensi dari bisnis sendiri, adalah strategi dalam membuat pilihan yang tepat dari banyak pilihan lain yang berisiko tinggi.

6. Mengoptimalkan Pelayanan

Dalam menjalankan bisnis online, reseller harus bertindak cepat dan selalu siap menanggapi pertanyaan calon pembeli terkait poduk yang dijual. Tentunya hal itu disesuaikan dengan jam operasional toko Anda. Merespons pertanyaan pembeli dapat memudahkannya mulai dari pemesanan produk, pembayaran, hingga mengetahui waktu pengiriman barang.

Sediakan layanan chat, yang memudahkan konsumen dalam melakukan pemesanan atau pengajuan komplain. Biarpun melalui ketikan chat, Anda harus dapat melayaninya dengan ramah dan sopan. Upayakan untuk mendengarkan keluhan mereka, karena ini bisa menjadi saran yang membangun bagi bisnis Anda.

Setelah menyimak 6 Cara Sukses Memulai Bisnis Online Sebagai Reseller di atas, jangan lupa untuk segera aplikasikan dalam bisnis Anda. Mulailah membangun sebuah misi yang menunjukkan kesiapan Anda sebagai reseller profesional. Manfaatkanlah kesempatan emas sejak awal untuk memelajarinya menjadi bisnis yang besar. Terakhir, tetaplah konsisten untuk suatu perubahan yang akan berdampak positif pada bisnis Anda.


Leave a Reply