5 Strategi Social Media Marketing untuk Bisnis Reseller

  • 01 Jun 2020
  • Kartika Nurdianti
  • 518

5 Strategi Social Media Marketing untuk Bisnis Reseller

Sebelum era digital semakin berkembang, dulu reseller masih sekadar bisnis sampingan. Namun, sekarang banyak orang yang menjadikan reseller sebagai sumber penghasilan utama. Hal ini dikarenakan banyak keuntungan yang didapat menjadi reseller, kalau saja mau serius menggelutinya.

Menjadi reseller, Anda tidak perlu untuk bekerja keluar rumah. Cukup dengan memanfaatkan gawai dan fasilitas internet yang telah tersedia. Mengintegrasikan pemanfaatan media sosial menjadi penting agar produk semakin dikenal. Di sinilah pentingnya sebuah strategi menerapkan social media marketing pada bisnis Anda.

Jika pemasaran digital telah dilakukan dengan maksimal, omset yang Anda dapat bisa jadi melebihi dari penghasilan dengan status karyawan. Namun, bagaimana strategi social media marketing-nya? Melihat peluang tersebut, bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis reseller, simak dulu 5 Strategi Social Media Marketing untuk Bisnis Reseller berikut ini.

1. Tentukan Media Sosial yang Digunakan

Saat ini kemudahan berjualan online, dapat dilakukan dengan memanfaatkan penggunaan media sosial yang banyak peminatnya, seperti Facebook dan Instagram. Langkah awal dalam pengelolaan social media marketing ini, Anda perlu terlebih dulu mengenali karakteristik penggunanya. Ini bertujuan agar mendapatkan sasaran pelanggan yang tepat.

Untuk pengguna Facebook, biasanya lebih didominasi oleh orang tua, sedangkan Instagram, kaum milenials menempati urutan pertama sebagai pengguna terbanyak. Hal ini dikarenakan kemunculan Facebook yang lebih dulu eksis dibandingkan platform Instagram yang terus diperbaharui dengan fitur-fitur terkininya.

Selain kedua akun media sosial tersebut, ini saatnya untuk Anda memanfaatkan relasi yang dimiliki. Salah satu caranya yaitu bisa bergabung dengan grup tertentu di WhatsApp atau komunitas jual beli online di Facebook.

Khusus di WhatsApp, Anda dapat membuat branding melalui akun pribadi terlebih dulu untuk menumbuhkan kepercayaan dan membangun pemasaran online. Promosi produk jualan melalui WhatsApp perlu memiliki daftar kontak orang terdekat, seperti teman, kolega kantor, atau keluarga. Ini akan menjadi celah yang memudahkan Anda menawarkan suatu produk.

2. Buat Konten Menarik dan Relevan

Tidak hanya diperlukan konten yang menarik, tapi sesuaikan dengan platform media sosial yang telah dipilih. Misalnya promosi melalui Instagram. Agar pelanggan dapat mengetahui keunggulan dan produk apa yang Anda jual, bisa dibuat konten berupa foto atau video singkat pada feed post dan story. Daya tarik visual menjadi kekuatan pada media sosial yang satu ini.

Terkait konten, Anda bisa menyesuaikan kembali dan buat konten berbeda untuk diunggah pada masing-masing platform yang digunakan. Hal tersebut agar menghindari deteksi plagiasi konten dan menyesuaikan dengan sasaran audiens.

3. Fokus Meningkatkan Brand Awareness

Menggunakan media sosial sebagai saluran memasarkan produk, Anda harus selalu update dan konsisten mengunggah konten penjualan. Selain itu, Anda juga harus selalu aktif untuk berkomunikasi dengan calon konsumen atau konsumen.

Tidak apa-apa jika saat ini produk Anda belum banyak dikenal orang. Yang terpenting Anda selalu mengunggah produk jualan Anda di media sosial. Dengan fokus memberikan kebermanfaatan pada konten yang dibuat, ditambah sedikit materi promosi, serta responsif menjawab pertanyaan konsumen, maka yang Anda lakukan itu adalah bagian upaya membangun Brand Awareness itu sendiri.

Sehingga pelanggan yang awalnya tidak peduli dengan produk Anda, bisa akan penasaran dan mulai mencari tahu lebih banyak tentang keunggulan atau manfaat produk dengan bertanya langsung.

4. Membangun Relasi Kepada Konsumen

Menjadi reseller pemula untuk mendapatkan keuntungan menjadi hal mustahil jika Anda tidak menjaga hubungan yang baik dengan relasi pelanggan. Bagaimana membangun relasi kepada pelanggan?

Layani pelanggan dengan sapaan yang ramah dan sopan. Anda bisa menjelaskan detail produk agar pelanggan mengerti. Sekalipun pelanggan tersebut hanya menanyakan produk yang Anda jual, bukan untuk membelinya.

Untuk kendala tersebut, solusi menentukan layanan pesan khusus seperti WhatsApp bisa menjadi pilihan untuk berdiskusi tentang produk lebih lanjut. Hal ini sekaligus untuk mengetahui potensi calon pelanggan yang serius ingin membeli.

Sehingga halaman promosi bisa fokus memantau respons atau testimoni produk dari konsumen. Dengan begitu Anda bisa tetap kerja efektif dan efisien, serta memberikan pelayanan yang prima terhadap pelanggan.

Jangan lupa untuk memberikan penawaran menarik seperti diskon kepada pelanggan tetap, atau bagi mereka yang membeli produk Anda dalam jumlah banyak.

5. Analisis Kompetitor dengan Produk yang Sama

Bagi Anda yang baru memulai sebagai reseller, harus banyak menganalisis bagaimana cara kompetitor memasarkan produknya, dan jenis konten yang dibuat. Anda bisa amati, tiru dan modifikasi dari apa yang kompetitor lakukan.

Jika bisnis reseller Anda sudah stabil dan mendapatkan banyak profit, Anda juga bisa menggunakan jasa digital marketing seperti yang disediakan Alametric. Selain harga realtif terjangkau, Anda bisa langsung dimentori untuk menyusun taktik dan strategi pemasaran, menjangkau pasar yang lebih luas dan ideal, serta membuat produk yang Anda jual semakin bersaing.

Tidak perlu repot lagi memikirkan atau mengurus akun bisnis dan konten yang dibuat. Sehingga Anda bisa lebih fokus mengelola penjualan dan memberikan pelayanan optimal.

Kini, Anda sudah memelajari bagaimana 5 Strategi Social Media Marketing untuk Bisnis Reseller sesuai penjelasan di atas. Tunggu apalagi, segera saja dipraktikkan!


Leave a Reply