4 Tips Praktis Membangun Brand Awareness bagi Startup

  • 08 Jun 2020
  • Kartika Nurdianti
  • 556

4 Tips Praktis Membangun Brand Awareness bagi Startup

Menggunakan media online sebagai saluran pemasaran menjadi hal yang familiar pada era sekarang. Aktivitas menyusun, membuat, mendesain suatu konten, hingga mempostingnya menjadi sebuah rutinitas dari konsep pemasaran digital. Konsisten dalam memposting saja tentu nggak cukup. Apalagi jika pebisnis sekadar memasarkan produknya, tanpa memikirkan hal-hal lain yang dapat meningkatkan brand awareness.

Mengenal Brand Awareness

Apakah yang dimaksud brand awareness? Dalam bahasa Indonesia, yakni kesadaran merk atau kesadaran pelanggan tentang produk yang Anda jual. Definisi lainnya, istilah pemasaran yang menggambarkan tingkat pengakuan konsumen terhadap suatu produk dengan namanya. Mempromosikan produk baru atau menghidupkan kembali merk lama adalah langkah yang dapat dilakukan untuk menciptakan kesadaran merk. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, contohnya:

  • Salah satu marketplace terbesar di Indonesia menggunakan Boyband Korea terkenal, BTS untuk menjadi brand ambasador. Dalam penayangan iklan, para personil BTS menyebutkan nama marketplace tersebut. Secara otomatis para konsumen khususnya penggemar BTS semakin teringat dan mengenal nama marketplace yang terus dipromokan lewat iklan. Ya, dari sinilah para konsumen menyadari adanya produk marketplace tersebut.

Pentingnya SEO dalam Membangun Brand Awareness

Bagi pelaku bisnis startup yang produknya belum banyak orang tahu, mengundang artis papan atas atau influencer terkenal sebagai brand ambasador sepertinya belum bisa dijadikan pilihan. Dilihat dari cost yang akan dikeluarkan, pasti sangatlah tidak sedikit. Nah, salah satu alternatif meningkatkan brand awareness bisa menggunakan SEO. Menerapkan SEO (Search Engine Optimization) bisa menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan produk bisnis lebih luas, terutama meningkatkan penjualan.

Jika Anda menggunakan SEO dalam membangun sebuah konten website, ini akan bantu mendeskripsikan produk dan mendapatkan peringkat pertama dari mesin pencarian atau yang banyak dikenal adalah Google. Otomatis produk Anda akan banyak dikenal orang.

Sebagai contoh, ada seorang konsumen yang ingin membeli sepatu wedges. Konsumen tersebut menggunakan google dalam pencarian. Ketika diketik, “sepatu wedges” di google, pertama yang keluar dalam pencarian adalah nama produk Anda. Nah, itu hanya sedikit gambaran, bagaimana membangun brand awareness terhadap produk yang dijual.

Selain cara di atas, ada juga 4 tips praktis membangun brand awareness untuk bisnis Startup. Simak saja langsung ringkasan poin berikut, ya.

1. Buatlah Konten yang Menarik

Bagi para pebisnis yang menggunakan media digital sebagai pemasaran, jangan asal dalam membuat konten, ya. Buatlah konten berkualitas agar mempermudah optimalisasi SEO dan menaikkan rating website pada laman mesin pencarian. Langkahnya, tentukan dulu judul utama isi konten dari keyword yang sudah diriset. Jangan lupa sisipkan keywordnya pada judul konten yang Anda buat. Buatlah judul yang menarik dan atraktif agar konsumen meliriknya. Lalu, Buatlah engaging konten yang sesuai.

Contoh, jika yang dijalankan bisnis kuliner, Anda bisa membuat konten video atau foto-foto produk makanan dengan komposisi warna dan angle menarik, serta konsep yang estetik. Sisipkan caption cerita yang menggugah konsumen untuk membaca. Tidak perlu banyak, karena bagaimana pun daya tarik konten visual, saat ini cenderung lebih disukai audiens. Ketiga, jangan lupa berikan materi promosi yang softselling.

2. Pergunakan Keyword yang Tepat Sasaran

Keyword yang tepat sasaran merupakan elemen penting dalam meningkatkan brand awarness. Jika Anda menggunakan keyword yang tepat, maka website berpeluang menempati posisi di atas dalam mesin pencarian. Jadi, pergunakanlah keyword yang banyak orang cari. Tools yang bisa Anda gunakan untuk pencarian keyword ini contohnya, Ubersuggest, Google Keyword Planner, Ahref, Google Trends, dan masih banyak lagi. Silakan cari referensi lainnya, ada yang akses berbayar dan juga gratis.

3. Menulis di Blog atau Website Pribadi

Selain pada website bisnis, Anda juga bisa aktif menggunakan blog pribadi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Maksimalkan blog pribadi dengan membuat konten edukatif terkait bisnis yang dijalankan. Secara tidak langsung, ini akan mengingatkan audiens Anda untuk selalu terhubung dengan produk bisnis. Semakin sering audiens membaca dan melihat konten tersebut, ini akan berdampak untuk brand awareness dalam suatu bisnis. Contohnya, Anda bisa menggunakan media sosial Instagram, website atau blog, maupun kanal youtube.

4. Sabar dan Tekun

Terakhir, Anda harus sabar dan konsisten. Jika dalam waktu 1 bulan produk Anda belum banyak yang tahu, jangan nyerah dulu, ya. Jangan sampai Anda membatasi diri untuk mendapatkan hal terbaik, hanya karena rasa ketidaksabaran dan mental yang mudah goyah.

"Terus, kalau semuanya sudah dilakukan, cenderung minim hasilnya, kapan saya harus menyerah?" Pernahkah dengar, "kalau setiap orang pasti punya momentumnya". Anda tidak akan pernah bisa memastikan bukan? Pada langkah dan percobaan ke berapa kesuksesan itu bisa tercapai. Saat terpikir ingin berhenti, justru di situlah seharusnya Anda terus berjuang. Konsisten akan mendekatkan Anda dengan tujuan utama di depan sana.

Itulah 4 tips praktis membangun brand awareness dalam berbisnis. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda. 


Leave a Reply