4 Manfaat Teknologi dalam Keberlangsungan Social Entrepreneur

  • 08 Jun 2020
  • Kartika Nurdianti
  • 860

4 Manfaat Teknologi dalam Keberlangsungan Social Entrepreneur

Ilustrasi Gambar oleh: Vecteezy.com

Ada banyak sekali masalah sosial di sekitar yang tentu sedikitnya sudah Anda ketahui, contoh beberapa kasus seperti kesenjangan antara lahan pekerjaan dengan tingkat pengangguran, sulitnya akses layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah pedesaan, atau rentannya kasus kriminalitas sebab pendidikan dan ekonomi yang rendah. Ya, masalah sosial yang dihadapi khususnya di Indonesia saat ini, membuat para pegiat wirausaha sosial terus berinovasi, dengan bantuan teknologi yang canggih sebagai akses penyampaian informasi.

Tahukah Anda akan istilah Wirausaha sosial (Social Preneur)? Social Preneur adalah para pegiat usaha yang menjalankan bisnis dengan pendekatan praktis, inovatif, serta berkelanjutan dengan membawa dampak positif bagi masyarakat. Dalam hal ini, manfaatnya bisa dirasakan bagi kalangan ekonomi kelas bawah dan sebagian dari mereka yang terpinggirkan.

Bisnis yang dijalankan oleh social entrepreneur bisa dalam bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hak asasi manusia, peningkatan perekonomian, pertanian, dan lain sebagainya. Social entrepreneur sendiri bertujuan untuk memberikan solusi yang dibutuhkan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menghasilkan pendapatan dari keberlangsungan usaha tersebut.

Dikutip dari Republika.co.id Kementerian Koperasi menyatakan, "salah satu alternatif untuk mengatasi masalah sosial adalah kewirausahaan sosial, khususnya wirausaha sosial berbasis teknologi." Hasil yang dicapai menggunakan teknologi dalam kewirausahaan sosial bukan hanya dari materi, tetapi juga bisa dilihat dari kepuasaan pelanggan.

Apa sajakah manfaat teknologi yang akan didapat dalam keberlangsungan social entrepreneur? Dan inilah penjelasan mengenai 4 manfaat penggunaan teknologi untuk social entrepreneur yang telah kami rangkum untuk Anda.

1. Memudahkan Penyebaran Informasi

Hampir setengah masyarakat Indonesia menggunakan media seluler yang berteknologi canggih untuk memberi kabar dan memperluas jaringan pertemanan. Hal ini dapat memudahkan para social entrepreneur dalam penyampaian informasi. Bagaimana tidak, jika setengah masyarakat Indonesia menggunakan media seluler otomatis berita-berita yang berisikan informasi dapat langsung diklik. Selain itu, tidak perlu bertemu langsung dengan pelanggan atau pun bertemu partner yang ingin berkerja sama. Tidak perlu repot-repot datang ke tempat, tetapi bisa menggunakan teknologi agar bisa bekerja sama dengan nyaman dan terkendali.

2. Meningkatkan Pendapatan

Kekuatan teknologi memberi manfaat terhadap social entrepreneur, khususnya bagi pebisnis kecil. Tentunya teknologi dapat membantu mempromosikan usahanya melalui media sosial maupun website. Sebagai contoh, Saung Angklung Udjo di kawasan Kota Kembang. Jumlah pengunjung lokal dan asing tahun 2010 sekitar 136.212, sampai tahun 2013 bertambah menjadi 206.912. Cukup signifikan bukan, kenaikannya? Itulah manfaat teknologi bagi social entrepreneur dari kalangan bawah hingga atas, bahkan bagi yang baru memulai sampai yang sudah punya pelanggan. Karena disadari saat ini era digital memang menarik aktivitas masyarakat untuk lebih banyak singgah di ruang maya (media online), ya.

3. Kepuasaan dari Sisi Masyarakat

Menggunakan teknologi membuat bisnis jadi terkendali dan semakin dimudahkan. Pada sisi masyarakat dapat memberikan kepuasaan tersendiri dalam menggunakan teknologi. Sebagai contoh, apabila ada warga pedesaan yang mempunyai kerajinan seperti batik tulis, membutuhkan teknologi untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa di pedesaan daerah Jawa Timur menjual berbagai macam batik tulis produksi lokal. Peran social entrepreneur adalah untuk memberitahukan kerajinan batik tulis khas pedesaan daerah Jawa Timur. Hal tersebut dapat memuaskan dari sisi penduduk lokal setempat, juga masyarakat kota yang ingin membeli kerajinan batik tulis.

4. Tersedia untuk Semua Kalangan

Berdasarkan survei yang dilansir dari CNN Indonesia, pelaku bisnis kewirausahaan sosial merupakan generasi milenial yang rentang usia berkisar 18–35 tahun. Selain itu, 40 persen pelaku bisnis social entrepreneur didominasi oleh perempuan. Hal lain yaitu para social entrepreneur biasanya membuka kesempatan pekerja bagi penyandang disabilitas.

Bagi masyarakat yang masih pasif hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah atau swasta, dapat memulai social entrepreneur dengan mempromosikan barang atau tempat wisata yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut.

Sehingga tidak hanya menjadikan masyarakat yang pasif mengandalkan bantuan sosial semata. Namun, masyarakat dapat berinovasi dan kreatif untuk membuat usaha yang dapat memajukan ekonomi kreatif di Indonesia. Maka dari itu, social entrepreneur merupakan tempat yang tersedia untuk semua kalangan.

Pemanfaatan teknologi bagi social entrepreneur membuat kehadiran bisnis semakin inovatif dan kreatif. Media onilne dapat membantu mempromosikan produk bisnis dengan lebih menarik, sehingga konsumen bisa tergiur untuk membeli.

Bagi Anda yang menekuni bidang social entrepreneur, tetapi keterbatasan jangkauan internet. Anda tidak perlu bingung lagi untuk mempromosikan barang hasil produksi. Kini Anda bisa menggunakan jasa digital marketing dengan banyak keunggulan dari Alametric. Alametric dapat memberikan pelayanan profesional dalam mengurusi media sosial bisnis Anda. Selain harga terjangkau, Anda bisa langsung berkonsultasi terkait kendala, berikut panduannya dalam mengelola bisnis. Beberapa keuntungan berikut akan Anda dapatkan dengan menggunakan jasa digital marketing Alametric:

  • Pengukuran Hasil Digital Marketing yang Akurat.

  • Menjangkau Target Pasar yang ideal.

  • Membuat Pasar menjadi lebih kompetitif.

  • Kemudahan untuk merubah taktik dan strategi.

  • Mampu Menjangkau Target Pasar yang Lebih Luas.

Lebih lanjutnya Anda bisa langsung klik di sini, ya. Tunggu apa lagi, ini saatnya bisnis Anda Go Online!


Leave a Reply